Menulis Itu Menyenangkan, Workshop Penulisan Siswa SMAN 32 Jakarta

Bertajuk “Menulis itu Menyenangkan”, SMAN 32 Jakarta menggelar workshop penulisn bagi para siswa dalam rangkan Bulan Bahasa 2019. Acara yang dibuka oleh Sugiyanti, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMAN 32 Jakarta dan diikuti 100 siswa menghadirkan narasumber Syarifudin Yunus, Pegiat Literasi-Penulis dan Dosen Unindra pada Senin, 28 Oktober 2019.

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa agar berani menulis, di samping macu kegiatan literasi sekolah yang berbasis kreativitas. “Sebagai upaya mengoptimalkan literasi sekolah, workshop ini penting. Agar para siswa kami dapat menulis lebih intensif. Mari kita jadikan sekolah punya budaya menulis” ujar Sugiyanti saat membuka workshop.

Dibimbing Syarifudin Yunus, siswa-siswi SMAN 32 Jakarta dilatih untuk mudah menulis. Mulai dari kata sederhana yang kemudian dikembangkan menjadi satu paragraf. Karena pada dasarnya, berbekal pengetahuan-pengalaman-perasaan, tiap siswa harusnya mempu mencari ide tulisan. Sehingga dapat dituangkan ke dalam tulisan.

Karena itu, untuk dapat menulis dentan menyenangkan. Syarifudin Yunus berbagi tips dengan cara 1) menulis dari sekarang, 2) menulis yang banyak, 3) enulis sebagai kebiasaan, 4) menulis dengan tujuan, dan 5) menulis hingga tuntas. Dan terbukti melalui workshop ini, siswa-siswi SMAN 32 Jakarta mampu praktik menulis tentang pengalamannya. Maka menulis menjadi lebih mudah bila dilatih dan dibiasakan.

Menyadari pentingnya budaya literasi, selama ini SMAN 32 Jakarta pun telah membiasakan para siswa untuk membaca 40 menit setiap hari. Maka hal ini telah menjadi modal penting untuk kegiatan menulis yang lebih masif.

“Menulis secara prinsip harus dijadikan perilaku, bukan hanya pelajaran. Karena iti, siswa SMA memang harus “dipaksa” untuk menulis. Agara berani ekspresikan imajinasinya,dalam bentuk apapun” ujar Syarifudin Yunus saat memberi workshop.

Dengan antusiasme para siswa, kegiatan workshop penulisannya nantinya akan terus dikembangkan di SMAN 32. Sehingga siswa makin berani dan termotivadi untuk menulis, mengekspresikan pengetahuan pengalaman atau perasaannya. Karena keberadaan menulis, itulah modal penting tegaknya budaya literasi di sekolah… 

Sumber Tulisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *