1.1    Kepala Sekolah Sebagai Pendidik ( educator )
Kepala Sekolah sebagai pendidik mempunyai tugas 7 aspek penting yaitu  mengajar di kelas, membimbing guru, membimbing karyawan, membimbing siswa, mengembangkan staf, mengikuti perkembangan IPTEK, dan memberi contoh  Bimbingan Konsling / Karier yang baik.

1.1.1    Mengajar  di Kelas.
Di Sekolah Negri, Kepala Sekolah diwajibkan mengajar minimal 6 jam pelajaran per minggu di kelas.  Di YBHK,  mengingat Wakil Kepala Sekolah hanya satu atau dua saja maka Kepala Sekolah tidak diwajibkan mengajar minimal 6 jam di Kelas. Meski pun demikian, ada juga Kepala Sekolah di Lingkungan YBHK yang mengajar lebih dari 6 jam pelajaran per minggu.
Walaupun Kepala Sekolah tidak diwajibkan mengajar,  hendaknya Kepala Sekolah menyadari bahwa  pada waktu-waktu tertentu ia perlu masuk ke kelas-kelas untuk berinteraksi dengan peserta didik agar mengetahui dengan jelas perkembangan situasi dan kondisi kelas per kelas di sekolahnya.  Kepala Sekolah tidak wajib mengajar tetapi, Wakil Kepala Sekolah wajib mengajar 10 jam per minggu.

1.1.2    Memberikan Bimbingan Kepada Para Guru
Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing para guru meliputi menyusun program pengajaran dan BK,  melaksanakan program pengajaran dan BK, mengevaluasi hasil belajar dan layanan BK, menganalisis hasil evaluasi belajar dan layanan BK, dan melaksanakan program pengayaan dan perbaikan.

K o n t r o l :
Baik Pengawas dari Pengurus YBHK,  maupun pengawas dari Depdiknas akan menilai kinereja Kepala Sekolah di dalam prestasi membimbing para guru melalui:

  • Catatan hasil pembinaan penyususnan program.
  • Catatan hasil pembinaan pelaksanaan program.
  • Pemeriksaan jurnal kelas dan kegiatan BK.
  • Persentase pengamatan Kepala Sekolah terhadap guru yang mengajar.
  • Catatan hasil pembinaan mengevaluasi hasil belajar siswa.
  • Saran Kepala Sekolah mengenai hasil pengamatannya terhadap guru mengajar.
  • Jadwal supervisi Kepala Sekolah kepada masing-masing guru.
  • Memeriksa daftar nilai siswa yang dibuat tiap guru.
  • Catatan tiap guru dalam melaksanakan analisis proses belajar mengajar, daya serap dan ketuntasan belajar siswa.
  • Catatan pembinaan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.

1.1.3    Memberikan Bimbingan Kepada Karyawan
Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing karyawan meliputi penyususnan program kerja dan pembagian tugas TU, pesuruh, satpam, UKS, tukang, dan laboran.  Para karyawan tersebut dipantau dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.  Melaui pemantauan tersebut mereka dievaluasi  dan dikendalikan kinerejanya secara periodik.

K o n t r o l :
Baik Pengawas dari Pengurus YBHK,  maupun pengawas dari Depdiknas akan menilai kinereja Kepala Sekolah di dalam prestasi membimbing para karyawan melalui ada tidaknya:

  • Catatan hasil pembinaan terhadap karyawan dalam menyususn program.
  • Pembagian tugas TU, pesuruh, satpam, UKS, tukang, dan laboran sesuai dengan tanggungjawab jenjang Kepala Sekolah. .
  • Catatan hasil pembinaan pelaksanaan tugas karyawan sehari-hari.
  • Rapat koordinasi dan mengevaluasi kinereja karyawan secara periodic yang dibuktikan dengan notulen rapat.

1.1.4  Memberikan Bimbingan Kepada   Siswa
Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing para siswa telah banyak diserap oleh guru bidang studi, guru BP,  wali kelas, dan pembina OSIS.  Tetapi tidak boleh lupa bahwa tugas membimbing para siswa itu adalah tanggungjawab Kepala Sekolah.  Pembinaan Kepala Sekolah yang lebih khusus terhadap siswa adalah memantau kegiatan ekstrakurikuler dan mengikuti  lomba di luar sekolah.

K o n t r o l :
Baik Pengawas dari Pengurus YBHK,  maupun pengawas dari Depdiknas akan menilai kinereja Kepala Sekolah di dalam  membimbing para siswa  melalui:

  • Adanya catatan  hasil pembinaan terhadap anggotam pramuka, PMR, KIR, PASKIBRA, dan sebagainya.
  • Adanya catatan hasil pembinaan terhadap OSIS.
  • Adanya catataan hasil pembinaan terhadap lomba.
  • Andil Kepala Sekolah dalam membantu dana untuk lomba.
  • Memberikan hadiah / pujian terhadap pemenang lomba.

1.1.5    Mengembangkan Staf
Tugas Kepala Sekolah di dalam mengembangkan staf dapat dijalankan melalui  pendidikan dan pelatihan staf, pertemuan sejawat staf,  seminar, diskusi, lokakarya,  penyediaa bahan bacaan dan media elektronik.  Selain itu, pengembangan staf bisa juga melalui pengusulan kenaikan jabatan melalui seleksi menjadi Kepala TU, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Lokasi Satpam / Pesuruh, dan sebagainya.

K o n t r o l :
Baik Pengawas dari Pengurus YBHK,  maupun pengawas dari Depdiknas akan menilai kinereja Kepala Sekolah di dalam  membimbing para siswa  melalui:

  • Adanya catatan tentang berapa banyak staf yang telah mengikuti pendidikan / pelatihan bidang tertentu.
  • Catatan guru yang mengikuti MGMP.
  • Catatan staf yang telah mengikuti seminar, lokakarya, diskusi bidang tertentu.
  • Catatan melengkapi buku kebutuhan perpustakaan atau kebutuhan tertentu.
  • Adanya catatan tentang  waktu-waktu kenaikan pangkat staf / guru.
  • Catataan  guru yang pernah diajukan menjadi Kepala Sekolah.

1.1.6    Mengikuti Perkembangan IPTEK
Tugas Kepala Sekolah di dalam mengembangkan dirinya sendiri untuk mengikuti perkembangan IPTEK dapat dilakukan dengan ikuit pelatihan, MKKS, seminar, lolalarya, diskusi, media elekteronik, atau bahan bacaan lainnya..   Sesungguhnya,  bila staf lebih menguasai IPTEK dibandingkan  dengan Kepala Sekolah maka, wibawa Kepala Sekolah itu turun, atau lebih jelek lagi kalau Kasek itu dipermainkan oleh staf karena ketidaktahuannya tentang IPTEK.

K o n t r o l :
Baik Pengawas dari Pengurus YBHK,  maupun pengawas dari Depdiknas akan menilai kinereja Kepala Sekolah di dalam  mengitkuti perkembangan IPTEK  melalui:

  • Adanya catatan-catatan mengikuti MKKS.
  • Adanya bukti sertifikat dalam mengikuti  pelatihan/seminar.
  • Adanya sosialisasi perkembangan IPTEK yang didapat melalui media elektronik atau hasil bacaan mengenai perkembangan IPTEK.

1.1.7    Memberi Contoh Bimbingan Konseling / Karier
Tugas Kepala Sekolah di dalam memeri contoh Bimbingan Konsling / Karir  dapat dilakukan lewat program layanan BK langsung kepada siswa.  Selain itu,  bisa juga memberi bimbingan kepada siswa melalui  guru BP. Artinya, guru BP harus diberdayakan dengan memberikan saran, menggerakkan, memantau, dan memberikan reward and punishment atas apa yang dia kerjakan dalam  30 jam pelajaran per minggu. Guru BP harus mengetahui setiap siswa dalam kelas-kelas yang dipercayakan menjadi bimbingannya mengenai berapa hari siswa tertentu sudah tidak hadir sekolah, mencari tahu mengapa tidak hadir di sekolah. Siapa yang berpacaran dengan siapa, membuat analisa penjurusan dan gejala narkoba, merekap absensi siswa menjelang pengisian raport, dan sebagainya.