Sujoko Channel Dimasa Pandemik

Dalam memahami peradaban, terkenal teori Toynbee “challenge and response”. Secara sederhana, teori tersebut membuktikan bahwa manusia memiliki kekuatan untuk merespon tantangan yang ditemuinya. Ketika pandemik ini terjadi, manusia memberikan tanggapannya. Manusia berusaha mensiasatinya untuk kehidupan yang lebih baik. Pola ini, terjadi juga dikalangan guru. Sujoko guru SMAN 32 Jakarta, adalah salah satu contohnya.

Masa pandemi ini, masa ketika wabah korona melanda, merupakan masa yang tidak pernah diprediksi akan terjadi secepat sekaligus seluas ini. Dunia pendidikan dibuat tidak berdaya beberapa saat karena semua belum siap dengan keadaan ini. Sadar atau tidak, akan terjadi defisit kompetensi yang diperoleh oleh peserta didik.

Melihat hal ini, Sujoko menyatakan: “sebagai rasa tanggung jawab profesi, guru harus memiliki treatment khusus untuk pelayanan pembelajaran yang optimal, sehingga kekhawatiran terjadinya defisit kompetensi dapat diminimalisir” . Beliau memilih jalan untuk bergelut di vlog pembelajaran via Youtube.

Memakai nama “Sujoko Channel”, media ini dibangun dengan semangat memberikan tempat belajar untuk peserta didik agar mereka dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam bidang fisika. Beliau berujar: “Sujoko Channel diharapkan dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan peserta didik di Indonesia, Jakarta, terutama peserta didik SMA Negeri 32 Jakarta. Channel saya ini, dikemas sesederhana mungkin dalam bentuk paket materi dan Soal Jawab (SoJa) sehingga peserta didik mendapatkan pengetahuan yang utuh baik materi maupun penerapannya”.

Sudah barang tentu, channel ini bermanfaat. Semoga, Sujoko Channel dapat membantu mengurangi defisit kompetensi yang dialami peserta didik saat pandemi ini. Bravo 32 !

Silahkan kunjungi dengan klik: Sujoko Channel

2 thoughts on “Sujoko Channel Dimasa Pandemik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *